Program Studi

Program Sarjana | S1

Mempelajari politik, kebijakan publik, dan tata kelola untuk membentuk pemimpin serta analis yang kritis, adaptif, dan humanis.

Informasi Pendaftaran

Penerimaan mahasiswa baru S1 Ilmu Politik dan Pemerintahan di Departemen Politik dan Pemerintahan UGM terbuka melalui lima jalur, yaitu:

1

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

Jalur seleksi berdasarkan nilai akademik di sekolah asal ini mengikuti ketentuan dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Informasi selengkapnya dapat dilihat dalam laman SNPMB. 

2

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Jalur seleksi menggunakan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ini mengikuti ketentuan dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Informasi selengkapnya dapat dilihat dalam laman SNPMB.

3

Penelusuran Bibit Unggul (PBU)

Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM)

Jalur seleksi ini merupakan jalur seleksi yang diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian UGM terhadap calon peserta dengan kemampuan akademik tinggi dan mempunyai prestasi, namun terkendala keterbatasan ekonomi.

Informasi Lebih Lengkap

 

Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) 

Jalur seleksi ini merupakan jalur seleksi yang diperuntukkan bagi siswa pemenang/juara lomba di bidang olahraga, seni, dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sesuai Program Studi yang dipilih. Tingkat kejuaraan yang diakui adalah kejuaraan tingkat provinsi, nasional, maupun internasional dan/atau kejuaraan yang diselenggarakan oleh UGM, dibuktikan dengan sertifikat/piagam kejuaraan. Juara pada kejuaraan beregu harus dibuktikan dengan kehadiran dan keikutsertaan seluruh anggota tim saat pelaksanaan lomba.

Informasi Lebih Lengkap

4

Afirmasi Tridharma UGM

Jalur seleksi ini merupakan jalur seleksi yang diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian UGM terhadap calon peserta yang berasal dari sekolah di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), wilayah afirmasi dan/atau diusulkan oleh mitra kerja sama tridharma UGM.

Informasi Lebih Lengkap

5

UM UGM Computer Based Test ( UM UGM CBT)

Ujian Masuk UGM – Computer Based Test (UM UGM CBT) merupakan jalur seleksi yang menggunakan kombinasi nilai/skor UM UGM CBT yang diselenggarakan oleh UGM dan nilai/skor UTBK. Jalur seleksi ini memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/MA/SMK/sederajat atau lulusan Paket C untuk mengikuti seleksi dengan memilih 2 (dua) Program Studi pada Program Sarjana dan/atau Program Sarjana Terapan. Mata uji UM UGM CBT dapat dilihat pada laman UM UGM.

Informasi Lebih Lengkap 

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman
Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman
Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman

Beasiswa

Beasiswa yang dapat didapatkan oleh calon mahasiswa Program Sarjana dapat dilihat di laman daring Ditmawa UGM.

Program

Tentang Program Reguler

Program Reguler merupakan jalur perkuliahan utama pada Prodi S1 Politik dan Pemerintahan DPP Fisipol UGM yang dirancang untuk ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 tahun atau 7 semester. Mahasiswa mempelajari berbagai aspek politik dan pemerintahan melalui perkuliahan, diskusi, penelitian, kerja lapangan, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang menghubungkan teori dengan persoalan nyata di masyarakat.

Selama masa studi, mahasiswa mengikuti mata kuliah wajib dan pilihan sesuai kurikulum, serta dapat memperluas pengalaman melalui kegiatan penelitian, magang, pertukaran mahasiswa, MBKM, dan program akademik lainnya. Pada tahap akhir, mahasiswa menyelesaikan tugas akhir sebagai bagian dari persyaratan kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana.

1

Tentang Program Fast Track - Prodi Sarjana dan Magister Politik dan Pemerintahan

Merupakan program perkuliahan dengan skema 3+1 yang dirancang agar Mahasiswa dapat memperoleh gelar Sarjana dan Master. Dengan mengikuti program tersebut, mahasiswa dapat memperoleh gelar Sarjana dan Master melalui skema perkuliahan pada Prodi S1 Politik dan Pemerintahan selama 3 tahun (6 semester) dan perkuliahan selama 1 tahun (2 semester) di Prodi S2 Politik dan Pemerintahan.

2

Persyaratan dan Ketentuan

  1. Telah lulus teori (termasuk menjalankan KKN) dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus Teori (SKTL) Sarjana (S1)
  2. Memiliki IPK sama dengan atau di atas 3,51 (tiga koma lima satu)
  3. Telah menempuh perkuliahan minimal 120 sks
  4. Skor minimal TOEFL ITP 400/IELTS 6.0/ACEPT 268
  5. Skor minimal Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 475
  6. Paper yang diujikan oleh Prodi sebagai pengganti persyaratan Tugas Akhir untuk lulus Sarjana (S1).
  7. Kualifikasi dan ketentuan mengenai paper sebagaimana dimaksud pada huruf b ditentukan lebih lanjut oleh Prodi atas persetujuan Departemen.
  8. Mendapatkan rekomendasi dari Dosen (diutamakan dari calon Dosen Pembimbing Tesis) Program Magister (S2) yang dituju.
  9. Membuat surat pernyataan untuk menyelesaikan program Magister dalam selambat-lambatnya 4 (empat) Semester.
  10. Pengelola Prodi S2 melakukan asesmen atas aplikasi yang diajukan Mahasiswa untuk mengikuti program Fast Track.
  11. Ijazah Sarjana (S1) diberikan bersamaan dengan Ijazah Magister (S2), sehingga Mahasiswa akan menerima Ijazah Sarjana (S1) apabila telah menyelesaikan Studi Program Magister (S2).
  12. Apabila Mahasiswa tidak mampu menyelesaikan program ini, Mahasiswa tetap berhak menerima Ijazah Sarjana (S1) dan sertifikat non-degree diploma. 
3

Alur & Timeline Pendaftaran:

  1. Mengirimkan permohonan penandatanganan persyaratan dokumen melalui tautan ugm.id/TTDFastTrack: Akhir Mei
  2. Submit dokumen kelengkapan melalui tautan ugm.id/daftarfasttrackDPP: Akhir Mei
  3. Pendaftaran Prodi S2 Politik dan Pemerintahan melalui admission.ugm.ac.id:  Juni
4

Format Dokumen Persyaratan

Keterangan: Apabila terdapat dokumen yang tidak tersedia dalam format diatas, maka format dokumen bebas.

Paling Sering Ditanyakan (FAQs)

Di S1 Politik dan Pemerintahan mahasiswa bisa belajar tentang semua yang berkaitan dengan politik dan pemerintahan. Politik pada dasarnya adalah proses tentang bagaimana keputusan dibuat, kepentingan diperjuangkan, kekuasaan digunakan, dan sumber daya dibagikan dalam kehidupan bersama. Politik tidak hanya terjadi di gedung parlemen atau saat pemilu, tetapi juga hadir dalam berbagai persoalan sehari-hari. Misalnya, ketika pemerintah menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial, ketika warga memperjuangkan ruang publik di kotanya, ketika kelompok masyarakat menyuarakan kepentingannya, atau ketika sebuah kebijakan berdampak berbeda bagi kelompok yang berbeda.

Di kehidupan sehari-hari, banyak hal berkaitan atau memiliki dimensi politik, seperti komunitas sosial, seni, musik, bahkan agama. Tentu, mahasiswa juga akan belajar politik pengelolaan negara dan pemerintahan. Jika Anda tertarik untuk mempelajari pemilu, demokrasi, kekuasaan, kebijakan publik, serta bagaimana negara dan masyarakat berinteraksi, tempat ini adalah tempat yang tepat untuk mempelajarinya. Secara umum, mahasiswa akan menyelesaikan masa studinya dalam kurun waktu sekitar empat tahun.

Ada tiga fokus studi yang bisa mahasiswa pilih jika menjalani perkuliahan di sini.

  1. Negara
    Studi dengan fokus ini akan mempelajari administrasi negara dan pembuatan kebijakan di bidang legislatif, eksekutif dan yudikatif.
  2. Masyarakat
    Mahasiswa akan belajar lebih banyak tentang manajemen komunitas, gerakan sosial, serta gerakan mahasiswa.
  3. Intermediary
    Fokus studi ini mahasiswa akan mengeksplorasi proses dan institusi yang menjadi penghubung warga negara dengan negara, seperti pemilu, partai politik, dan masyarakat sipil seperti non-government organization (NGO).

Program Sarjana di Departemen Politik dan Pemerintahan telah menerapkan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) sebagai salah satu metode pembelajaran bagi mahasiswa. MBKM merupakan program persiapan karir yang komprehensif sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Melalui skema MBKM, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman dan keterampilan di luar metode pembelajaran konvensional. Ada beberapa Program MBKM yang dapat dipilih oleh mahasiswa, seperti Magang, Independent Study, Penelitian, Student Exchange, Kewirausahaan Sosial, Proyek Pembangunan Desa, Mengajar di Satuan Pendidikan, dan Proyek Kemanusiaan.

Untuk dapat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik (S.I.P.), mahasiswa harus menempuh 145 SKS. Umumnya, mahasiswa mengambil sekitar 45 mata kuliah dengan bobot rata-rata 3 SKS untuk setiap mata kuliah. Mahasiswa juga wajib menyelesaikan Program Pengabdian kepada Masyarakat (KKN) dan mengerjakan tugas akhir.

Lihat daftar dosen DPP.

Selain dosen tetap proses perkuliahan Program Sarjana di Departemen Politik dan Pemerintahan, juga melibatkan berbagai pakar, dosen, praktisi tamu, peneliti, akademisi dari berbagai bidang, serta dari pejabat pemerintah baik pusat maupun daerah. Para dosen dan pakar yang diundang juga berasal dari institusi dalam negeri dan luar negeri.

Departemen Politik dan Pemerintahan menawarkan dua skema pengerjaan tugas akhir untuk program Sarjana, yakni berupa penulisan Skripsi atau Skripsi Karya.

Skripsi merupakan tulisan akademik yang ditulis oleh mahasiswa yang didasarkan atas hasil serbuah penelitian sepanjang 15.000-25.000 kata. Skripsi yang dianggap memenuhi kriteria publikasi dan juga mendapatkan nilai yang tinggi memiliki kesempatan untuk diterbitkan menjadi buku oleh Research Centre for Politics and Government (PolGov).

Skripsi Karya merupakan proyek akhir mahasiswa untuk membuat artikel jurnal, kertas kebijakan atau policy brief, magang dan juga pembuatan film atau video dokumenter dengan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya pada masing-masing bentuk karya.

Sarjana Ilmu Politik (S.I.P.)

Alumni Departemen Politik dan Pemerintahan saat ini telah bekerja dan menduduki posisi di berbagai bidang dan tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dan juga luar negeri.