Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) FISIPOL Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Mahidol University menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan sebagai bagian dari program Critical Emerging Issues in Asia Pacific dalam Asia Pacific Master of Human Rights and Democratization (APMA). Program ini berada di bawah Global Campus of Human Rights.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dinamika pemenuhan hak asasi manusia di tingkat akar rumput.
Indah Surya Wardhani, selaku convenor, mengungkapkan kuliah lapangan ini menjadi ruang belajar kontekstual bagi peserta untuk melihat bagaimana kelompok-kelompok rentan di Indonesia mengorganisasi diri serta memperjuangkan hak-haknya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami harap desain itu bisa memberikan pemahaman bagaimana hak asasi manusia selain norma dan mekanisme yang diatur secara legal juga terus menerus diperjuangkan di dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Indah.
Kuliah lapangan ini dilaksanakan pada 28 Maret dan 4 April 2026, dengan mengunjungi empat lokasi yang merepresentasikan beragam isu dan pendekatan dalam pemenuhan hak masyarakat, yaitu Koperasi Wana Lestari Menoreh, PLTMH Kedungrong, Pondok Pesantren Al Fatah, dan Yayasan Annisa Swastika.
Odri Prince, mahasiswa S2 Departemen Politik dan Pemerintahan, menyampaikan ,”Kita belajar bahwa ada beberapa kelompok yang di masyarakat kita masih perlu diperjuangkan hak-haknya. Di mana mereka juga berada di persimpangan apakah mereka itu harus hidup pada jati diri mereka sendiri atau mereka akan emndapatkan hal-hal yang memang seharusnya mereka dapatkan dari negara.”
Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai praktik pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya berbasis komunitas, hingga peran lembaga sosial dalam mendukung kelompok rentan.

