INFORMASI PERKULIAHAN

Perkuliahan Mahasiswa Program Magister DPP FISIPOL UGM dimulai sesuai dengan jadwal perkuliahan yang diinformasikan oleh pengelola DPP, dengan mengikuti kalender akademik yang telah ditetapkan oleh pihak universitas dan fakultas. Proses perkuliahan diisi dengan berbagai metode perkuliahan, baik tatap muka di kelas, perkuliahan lapangan, kuliah umum, kuliah online, independent study, dan program magang. Kuliah tatap muka diselenggarakan apabila jumlah mahasiswa minimal 8 (delapan) orang. Apabila tidak terpenuhi maka kuliah dapat dilakukan dengan cara independent study dengan jumlah tatap muka maksimal 7 (tujuh) kali. Jumlah perkuliahan setiap mata kuliah dalam satu semester sedikitnya dilaksanakan dengan 12 kali pertemuan. Pembatalah perkuliahan oleh dosen atau pengelola S2 DPP akan diinformasikan kepada mahasiswa paling lambat 1 hari kerja sebelum jadwal perkuliahan, sedangkan penggantian sesi mata kuliah dilaksanakan atas kesepakatan antara dosen dan mahasiswa. Dengan dilanjutkan oleh penyelanggaraan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Khusus mahasiswa semester satu diwajibkan untuk mulai memikirkan tema penelitian untuk nantinya berpeluang dijadikan laporan tesis. Tema penelitian bisa didiskusikan dengan dosen-dosen  pengampu mata kuliah S2 DPP atau dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) masing-masing mahasiswa, sebagaimana yang sudah ditentukan oleh pengelola.  Dalam proses pembimbingan ini, mahasiswa bisa mengkonsultasikan berbagai hal yang terkait dengan proses akademik seperti penentuan peminatan yang diambil hingga desain tesis yang ingin ditulis. Semua proses pembimbingan dan konsultasi tersebut akan dimonitoring secara tertulis melalui Sistem Monitoring Kemajuan Akademik dan Kemajuan Pembimbingan Tesis.

Di akhir semester satu, pengelola Prodi akan meminta mahasiswa untuk mengajukan tema tesis untuk mendapatkan dosen pembimbing tesis. Selanjutnya setelah penentuan dosen pembimbing tesis sudah diumumkan, mahasiswa dengan inisiatif sendiri bisa langsung membuat jadwal bertemu dosen pembimbing. Apabila naskah sudah dianggap layak untuk diujikan maka mahasiswa dapat mengajukan ke pengelola S2 DPP untuk mendapatkan dosen penguji, hari dan tempat pelaksanaan seminar proposal tesis. Apabila seminar proposal tesis dinyatakan lulus maka mahasiswa langsung bisa melakukan penelitian lapangan. Dan apabila dinyatakan tidak lulus maka harus mengikuti seminar penelitian ulang. Kemudian setelah mahasiswa selesai melakukan penelitian diharuskan segera melaporkan kepada dosen pembimbing atas temuan yang dihasilkan.

Program Studi S2 Politik dan Pemerintahan UGM saat ini menawarkan empat konsentrasi keilmuan yaitu Politik Indonesia, Politik Lokal dan Otonomi Daerah, Tata Kelola Pemilu, serta Hak Asasi Manusia dan Demokrasi.

  1. Politik Indonesia

Konsentrasi ini mendalami tentang dinamika politik Indonesia pada level nasional. Melalui konsentrasi ini mahasiswa didorong untuk memahami aktor, institusi, mekanisme, serta arah perubahan politik di Indonesia dari waktu ke waktu. Mahasiswa akan mempelajari tentang variasi pendekatan dan teori yang menjelaskan perubahan tersebut. Kompetensi analitik akan menjadi dimensi utama yang akan dikembangkan melalui konsentrasi ini.

  1. Politik Lokal dan Otonomi Daerah

Konsentrasi ini mengeksplorasi perubahan politik dan pemerintahan pada skala lokal terutama pasca reformasi politik dan implementasi kebijakan desentralisasi. Meski begitu, melalui desain perkuliahan yang ada mahasiswa juga didorong untuk memahami perkembangan pada konteks yang lebih luas. Perubahan di tingkat lokal adalah juga hasil dari pengaruh dan perubahan yang terjadi pada tingkat nasional dan global. Konsentrasi ini hendak mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi analitik yang kuat namun juga dipadukan dengan kompetensi praktis dan advokatif yang memungkinkan mahasiswa terlibat aktif dalam perubahan  sosial di tingkat lokal.

  1. Tata Kelola Pemilu

Pemilu telah menjadi mekanisme penting dalam pelembagaan demokrasi di Indonesia. Karena itu dibutuhkan sumber daya manusia yang kuat untuk mengawal pemilu yang berkualitas dan berkeadilan. Konsentrasi ini membekali mahasiswa dengan kompetensi analitis dan praktis dengan mendorong pemahaman tentang aspek-aspek makro maupun mikro dalam pengelolaan pemilu. Melalui proses perkuliahan yang melibatkan metode yang lebih aktif mahasiswa juga akan didorong untuk menemukan solusi-solusi riil tentang pengelolaan pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan demokratis.

  1. Hak Asasi Manusia dan Demokrasi

Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi telah menjadi norma global yang penting dan melandasi setiap praktek sosial dan politik. Meski begitu sebagai norma global dalam prakteknya HAM dan demokrasi seringkali melahirkan ketegangan-ketegangan baru karena adanya variasi konteks sosial dan politik. Konsentrasi HAM dan Demokrasi  Prodi S2 Politik dan Pemerintahan berupaya untuk memahami ragam perspektif dalam area ini. Fokus akan diarahkan tidak hanya pada dimensi nilai namun juga aspek kelembagaan serta dampaknya terhadap perubahan sosial dan politik. Konsentrasi ini mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi analitik yang kuat serta kemampuan advokatif yang terkait dengan demokrasi dan hak asasi manusia. Saat ini, konsentrasi HAM dan Demokrasi hanya ditawarkan pada mahasiswa international peserta program Asia Pacific Master of Arts in Human Right and Democratisation kerjasama S2 Politik dan Pemerintahan UGM dengan IHRP Mahidol University, Ateneo de Manila University, Kathmandhu School of Law and University of Colombo. Informasi pendaftaran dan beasiswa ada di link berikut.

5. Sumber Daya Alam

Hampir seluruh praktek politik tidak bisa dilepaskan dari faktor sumber daya, yang salah satunya sumber daya alam. Konsentrasi SDA di program S2 Politik Pemerintahan mengajak mahasiswa untuk mendiskusikan pentingnya sumber daya alam dalam konteks ekonomi politik, baik lokal, nasional maupun internasional. Konsentrasi SDA membahas bagaimana proses-proses politik berkelindan dengan aktor-aktor korporasi demi kepentingan ekonomi politik. Tidak jarang, proses-proses politik yang dilakukan merupakan tujuan antara demi menciptakan keberlangsungan ekonomi esktraktif di berbagai sektor dan aktor.